Dalam mengembangkan bisnis, strategi pemasaran tidak dapat lepas dari jadwal Anda, termasuk STP. STP adalah singkatan dari Segmenting, Targeting, Positioning, sebuah strategi pemasaran yang berfokus pada iklan dan kampanye.

Tujuan utama dari strategi STP adalah untuk menentukan segmen bisnis yang tepat. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai topik selanjutnya, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu STP (Segmentasi, Penargetan, Pemosisian)?

stp adalah

Foto oleh Kindel Media dari Pexels

Secara umum, memahami STP adalah tiga aspek penting ketika seseorang menjalankan bisnis, yaitu segmentasi, targeting, dan positioning. Dimulai dengan segmentasi (segmen). Segmentasi atau segmentasi dalam STP merupakan tahap pertama yang terdiri dari pengklasifikasian, pengkategorian dan pengklasifikasian agar proses penjualan tetap fokus dan tujuan pemasaran tepat sasaran.

Setelah proses segmentasi selesai, para pelaku bisnis dapat mengetahui strategi seperti apa yang tepat untuk diterapkan karena mereka dapat membandingkan dengan pesaing, dan kemudian melihat celah untuk membuat perusahaan terlihat lebih baik. unggul dan unik.

STP adalah strategi pemasaran, berikut cara menerapkannya dalam bisnis!  - Hosting Ahli Blog

Fase selanjutnya adalah fase penargetan. Fokus pada strategi STP merupakan proses evaluasi untuk memastikan bahwa fase segmentasi telah berjalan dengan baik. Fase penargetan juga memudahkan pelaku bisnis untuk melihat secara menyeluruh apakah pasar sasaran berpotensi menghasilkan keuntungan besar, meskipun spesifik dan memenuhi kriteria yang ditentukan.

Tidak hanya itu, targeting dalam strategi STP merupakan tahapan yang juga digunakan untuk menilai apakah perusahaan memiliki keunggulan dan mampu bersaing dengan kompetitor lain atau tidak.

Karena perusahaan yang dikelola akan dilakukan dalam jangka panjang, sehingga pengusaha juga harus menilai apakah cita-cita yang mereka tetapkan sesuai dengan kondisi pasar yang sedang dikejar.

Tahapan strategi STP selanjutnya adalah positioning, melakukan pengembangan bisnis dengan memperhatikan aspek-aspek tertentu.

Misalnya seperti positioning berdasarkan pengguna produk, kategori, pesaing atau produk yang dapat memberikan solusi atas masalah yang dialami banyak orang (misalnya seperti produk perawatan kulit 3 in 1 yang dapat digunakan untuk membuat rambut tubuh wajah lebih praktis dan sederhana).

Proses Aplikasi STP

Setelah Anda mengetahui aspek-aspek STP, Anda juga wajib memahami bagian dari proses penerapannya di suatu perusahaan. Dari segmentasi, targeting hingga positioning, ketiganya saling mempengaruhi dan tidak dapat dipisahkan. Berikut penjelasannya.

STP adalah strategi pemasaran, berikut cara menerapkannya dalam bisnis!  - Hosting Ahli Blog
stp adalah
Foto oleh Jack Sparrow dari Pexels

1. Segmen

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk memulai fase segmentasi STP adalah melihat kondisi pasar secara umum. Tentu saja, ada banyak keragaman yang dapat Anda pilih dan filter untuk membuat target pasar Anda lebih spesifik.

Misalnya, target audiens yang ingin Anda targetkan adalah konsumen berusia 19-25 tahun yang berjenis kelamin perempuan dan memiliki ketertarikan terhadap Korea (seperti makanan, pakaian, dan perawatan kulit).

Mungkin banyak pebisnis yang tidak sabar dalam tahap segmentasi karena membutuhkan banyak waktu untuk melakukan pengamatan. Namun lamanya waktu yang digunakan tentunya berpengaruh positif karena nantinya akan membantu perusahaan dalam mengeksekusi tujuan pemasaran agar tepat waktu, memenuhi tujuan dan memaksimalkan anggarannya.

Jika dibedah, fase segmentasi juga dibagi menjadi beberapa jenis mulai dari psikografis (pengelompokan berdasarkan gaya hidup atau kepribadian seseorang), demografis (berdasarkan pekerjaan, etnis, tingkat pendidikan hingga usia), dan geografis (iklim, tingkat populasi, dan negara). . ).

2. Penargetan

Proses penargetan di STP adalah tahap yang jauh lebih spesifik karena pengusaha akan melakukan evaluasi terperinci. Ada faktor-faktor dalam fase targeting, seperti melihat ukuran pasar dan apakah peluang bisnis bisa tumbuh dalam jangka panjang. Meski mempersempit target pasar, bukan berarti bisa langsung diterapkan, kan!

Pastikan untuk memilih target pasar Anda dari besar hingga kecil. Jangan sampai pasar yang awalnya kecil, alih-alih memperkecil potensi meraup untung besar, malah memperkecil peluang mendapatkan konsumen.

Berikutnya adalah profitabilitas. Hampir sama dengan poin sebelumnya, namun dari segi profitabilitas, Anda perlu mengetahui apakah produk yang Anda tawarkan benar-benar memenuhi kebutuhan konsumen dan sesuai dengan target pasarnya.

Bila membidik target pasar untuk pelajar SMA dan mahasiswa yang umumnya masih mengandalkan uang jajan dari orang tuanya untuk memenuhi kebutuhannya, misalnya sandang. Tentunya dengan harga Rp 20.000-50.000, baju-baju yang ditawarkan masih ramah di kantong calon konsumen yang rata-rata tidak memiliki penghasilan sendiri.

Yang tidak kalah penting dari kedua poin di atas adalah proses pengaksesan penjualan dan pembelian produk. Pastikan produk yang Anda tawarkan mudah diakses dan Anda tidak kesulitan mendistribusikannya. Sama halnya dengan masalah geografis.

Sekedar mengetahui bahwa proses pengiriman produk hanya di wilayah Jabodetabek, pastikan target pasar yang Anda bidik adalah konsumen yang berdomisili di Jabodetabek.

3. Pemosisian

Langkah selanjutnya dalam fase STP adalah positioning. Menerapkan positioning juga menjadi salah satu identitas bisnis yang Anda jalankan dan dikemas dalam produk atau jasa. Misalnya, contoh positioning produk makanan dengan paket lengkap yang mencakup minuman appetizer-main course-dessert dengan harga terjangkau.

Tentunya dengan menawarkan produk makanan jenis ini, calon konsumen akan merasakan manfaatnya sekaligus dapat memenuhi kebutuhan asupan makanan yang lengkap dalam satu kemasan.

Anda menjual paket makan lengkap seharga Rp 60.000 untuk orang dengan budget terbatas tapi ingin makan enak dan murah. Tentu mereka akan tertarik dengan produk yang Anda tawarkan.

Konsumen akan mengetahui bisnis yang Anda jalankan sebagai penjual paket makanan murah rasa bintang lima. Pikirkan baik-baik penerapan positioning ini agar nantinya meningkatkan karakteristik produk yang Anda tawarkan.

Contoh segmentasi, penargetan, penentuan posisi (STP)

stp adalah
Foto oleh Marta Dzedyshko dari Pexels

Penerapan STP dalam bisnis sebenarnya sudah sering ditemukan lho. Namun, mari kita lihat segmentasi penentuan posisi penargetan dan contoh perusahaan di industri kopi. ambil nama Merek kopi adalah juara kopi.

Nah, Jagoan Kopi adalah perusahaan yang menawarkan berbagai minuman berbahan dasar kopi yang pasti diminati kalangan milenial, terutama yang tinggal di ibu kota. Implementasi strategi segmentasi, targeting, positioning kurang lebih sebagai berikut:

  • Segmentasi Juara Kopi (Lebih ditujukan untuk konsumen muda berusia 19-25 tahun, kelas ekonomi menengah, berdomisili di ibu kota, dan memanfaatkan teknologi seperti penggunaan aplikasi mobile). on line serta pembayaran tanpa uang tunai)
  • Targetkan pahlawan kopi (Dari tahap segmentasi, pengelola bisnis Jagoan Kopi akan menilai apakah klasifikasi dari segi usia, status ekonomi hingga tempat tinggal berpotensi menghasilkan keuntungan? Atau perlu dilakukan penyaringan yang lebih spesifik?)
  • Posisi Juara Kopi (Memiliki sisi yang unik dan unggul menjadi poin penting untuk menonjolkan perusahaan Jagoan Kopi. Misalnya, Jagoan Kopi menawarkan cita rasa yang unik dengan menggunakan bahan-bahan lokal dan tidak mengikuti Merek kedai kopi lain yang menggunakan bahan-bahan impor)

Kesimpulan

stp adalah
Foto oleh fauxels dari Pexels

Demikian penjelasan mengenai pengertian STP (Segmenting, Targeting dan Positioning) dalam bisnis. Dari ulasan ini dapat disimpulkan bahwa strategi STP merupakan proses pemasaran yang perlu Anda terapkan agar perusahaan Anda dapat masuk ke segmen yang tepat. Dimana pemilihan segmen yang tepat dapat meningkatkan peluang bisnis menjadi lebih sukses.

Setelah Anda menerapkan STP untuk keperluan bisnis, Anda sudah bisa menentukan strategi seperti apa yang ingin Anda gunakan pada tahap ini. Misalnya, seperti menggunakan situs web buat toko on line untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Anda tidak perlu memahami secara detail tentang membuat situs web untuk kebutuhan bisnis anda, karena Jagoan Hosting menawarkan layanan parsel belanja on line murah untuk anda yang ingin membangun Toko online cepat dan mudah. Dengan harga hanya Rp 45.000 kamu sudah bisa mendapatkan domain, hosting awan, dan Template WordPress Premium, lho! Yuk cek info detailnya di sini!

Sumber Link: Kunjungi website