Data menjadi sesuatu yang sangat penting bagi seluruh kegiatan atau aktivitas yang ada di kehidupan manusia sehari-hari. Bagi para penggiat IT, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah big data.

Big data adalah suatu istilah yang pada umumnya memang digunakan pada himpunan data, yang sesuai dengan namanya jumlah data tersebut sangat besar.

Jumlah data yang terbilang sangat besar ini menjadi rumit, sehingga sulit untuk ditangani, apalagi jika prosesnya hanya memakai basis data yang biasa saja, atau jenis aplikasi yang memproses data dengan cara yang tradisional.

Pengertian ini sebenarnya ada beberapa, tergantung kaitannya dengan bidang apa.

Apa Itu Big Data?

Pengertian Big Data

What is Big Data? Ya, adakah yang tau apakah itu Big Data?

Secara devinisi, Big data adalah sekumpulan data yang jumlahnya lebih besar yang biasanya berasal dari sumber data yang baru. Jumlah data tersebut sangat banyak, sehingga perangkat lunak dalam proses data secara tradisional ini tidak mampu mengelola data tersebut.

Namun, untuk solusi terbaik dalam bidang bisnis sekumpulan data yang banyak ini bisa ditangani, terutama bagi Anda yang tak bisa mengatasi masalah dalam bisnis Anda.

Pengertian lainnya adalah penggunaan dan juga pengumpulan informasi yang berasal dari beragam sumber, dalam membuat keputusan yang lebih baik lagi.

Sering juga disebut dengan konsep mengenai kemampuan seseorang dalam menganalisa, mengumpulkan serta memahami sejumlah data yang jumlahnya besar setiap hari.

Karena bermanfaat dalam solusi masalah di bidang bisnis, maka tak heran jika sekarang ini sering dipakai di dunia bisnis.

Poin utamanya yaitu jumlah datanya yang sangat besar, tetapi bagi suatu organisasi, poin penting lainnya adalah tentang apa yang dilakukan pada big data tersebut.

Sebuah wawasan yang diarahkan langsung pada pengambilan keputusan berasal dari analisis data tersebut, ditambah dengan strategi bisnis yang menjadi jauh lebih baik.

Pelajari Juga:

Konsep Big Data

Konsep Big Data

Big data ini memiliki konsep yang dibagi menjadi tiga bagian, yang masing-masing konsepnya menjadi bagian penting, di antaranya yaitu sebagai berikut:

1. Volume

Suatu organisasi tertentu akan mengumpulkan data yang asalnya dari beragam sumber, termasuk dalam bidang transaksi bisnis, informasi sensor/mesin, dan juga sosial media.

Kegiatan seperti itu tadinya tidak ada masalah, tetapi dengan adanya teknologi yang baru, maka hal itu bisa meredakan masalah yang ada.

2. Kecepatan

Sebuah aliran data harus ditangani dengan cara yang cepat tapi juga tepat, misalnya dengan menggunakan hardware/software. Teknologi hardware seperti pada sensor pintar dan Tag RFID menjadi teknologi yang membutuhkan penanganan data secara real time.

3. Variasi

Sebuah data yang dikumpulkan memiliki format masing-masing yang berbeda. Contohnya seperti format yang terstruktur, data dokumen yang juga terstruktur pada email, audio, teks, video, transaksi keuangan dan lain sebagainya.

Konsep lainnya yang menjadi tambahan dari ketiga bagian tersebut, dibagi menjadi dua macam yaitu:

#1 Variabilitas

Bukan hanya kecepatan dalam pengumpulan datanya saja, tetapi data juga semakin bervariasi dengan arus yang tak konsisten di dalam suatu periode tertentu.

Contoh dari variabilitas yang sekarang sedang dikenal luas adalah sosial media. Periode dari variabilitas ini beragam bisa harian, musiman, atau tergantung dari suatu peristiwa yang terjadi saat itu.

#2 Kompleksitas

Data yang berasal dari berbagai sumber yang ada biasanya sulit dihubungkan, dicocokkan, dibersihkan dan juga diubah data yang ada di semua sistemnya.

Walaupun begitu, korelasi antar data ini sifatnya hierarki. Selain itu, ada pula keterkaitan pada data acak atau data lainnya.

Pentingnya Big Data dalam Kehidupan Sehari-hari

Teknologi Big Data

Big data telah menjadi hal yang penting di kehidupan sehari-hari. Namun yang lebih penting laginya yaitu bagaimana cara mendapatkan data eksternal dan internal.

Sumber data bisa diperoleh dari mana saja, untuk menganalisa dan menemukan jawaban yang diinginkan di dalam bisnis bisa berupa:

  1. Pengurangan biaya.
  2. Pengambilan keputusan yang tepat.
  3. Pengurangan waktu.
  4. Pengembangan suatu produk baru serta optimalisasi dari penawaran suatu produk.

Pada saat sebuah organisasi dapat menggabungkan jumlah data yang besar dengan analisis yang tenaganya tinggi, maka organisasi tersebut bisa menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan bisnis seperti misalnya:

  1. Menentukan apa saja penyebab dari kegagalan pada setiap masalah di dalam bisnis.
  2. Mendeteksi perilaku penipuan yang bisa memengaruhi organisasi itu sendiri.
  3. Menghasilkan suatu informasi tentang titik penting penjualan berdasarkan kebiasaan para pelanggan ketika membeli.
  4. Menghitung semua resiko dengan cepat.

Manfaat Pemberdayaan Big Data

Manfaat Big Data

Big data memiliki banyak manfaat dalam bidang bisnis, misalnya seorang pebisnis retail online yang bisa mempelajari viewer websitenya hanya dengan hasil web click tracking. Manfaat lainnya yaitu:

  1. Membuat Sebuah Aplikasi Baru: Sebuah perusahaan akan mengumpulkan beberapa real data dari produk yang dipasarkan, data yang berhubungan langsung dengan pelanggan serta sumber daya yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Data tersebut bisa diperoleh dengan cara membuat aplikasi baru.
  2. Meningkatkan Efektivitas serta Menurunkan Aplikasi yang Sudah Ada: Sistem yang dapat dijalankan dengan spesifikasi standar dengan biayanya lebih terjangkau, merupakan perubahan dari teknologi big data juga dapat digunakan untuk mengganti sistem berspesifikasi tinggi yang biayanya terbilang mahal.

Sekumpulan data yang jumlahnya besar yang tak mungkin hanya dikelola oleh software biasa, itulah sebabnya kenapa hanya dapat digunakan di bidang tertentu seperti bisnis. Ada banyak nilai dan manfaat baru bagi bidang bisnis dengan adanya nilai ini.

Sumber Link: Kunjungi website