Perkumpulan Angkutan Daring Indonesia (PADI) mengancam akan menyerbu kantor Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Ancaman itu diungkapkan oleh PADI mengikuti kebijakan yang unik dan bahkan tanpa kecuali, termasuk transportasi berbasis online.

Ketua PADI Fahmi Maharaja mengatakan bahwa dia ingin mengungkapkan tujuannya mengenai taksi online. Mereka meminta Anies untuk melepaskan taksi online dari kebijakan pembatasan.

“Saya yakin jika pemerintah tidak mendengarkan, teman-teman akan pergi ke Balai Kota. Untuk menantikannya, bergabunglah dengan kami dan berikan kami proposal,” kata Fahmi kepada CNNIndonesia.com, Senin (12/8).

Fahmi mengatakan pendapatan pengemudi taksi online bahkan lebih rendah setelah penerapan aneh. Selama Asian Games 2018, kebijakan serupa diterapkan, tetapi karena ada audiensi antara pemerintah dan taksi online keputusan dibuat tentang penggunaan stiker.

“Jika keanehan bahkan jumlahnya berhasil maka perjalanan kita akan lebih, harganya akan naik dan penumpang tidak akan lagi naik bersama kita,” jelas Fahmi.

“Faktanya, jika Anda mengatakan angkutan umum, kami juga angkutan umum berdasarkan jumlah Menteri Perhubungan No. 188 pada tahun 2018,” katanya.

Peraturan Menteri Perhubungan 118 tahun 2018 berbicara tentang Melaksanakan Transportasi Khusus. Fahmi mencatat dalam peraturan ini, taksi online juga melakukan pemeriksaan dan mengatur lisensi berkala.

“Jadi apa bedanya antara kita dan transportasi lain? Jangan pilih cinta, kita juga angkutan umum,” tegasnya.

Dari sudut pandang ekonomi, pada hari biasa, Fahmi mengatakan, taksi online dapat menarik uang sekitar $ 500.000 per hari atau sekitar Rp6 juta per bulan. Angka ini tidak termasuk bahan bakar dan perawatan mesin yang harus dilakukan secara berkala.

“Belum lagi yang lain, rata-rata, mereka masih membayar mobil. Jadi pendapatannya bisa turun drastis. Ini masalah pot orang,” jelasnya.

Baca Juga:  Pelajar Indonesia Menangkan Medali Di IMC 2019, Indonesia Peringkat 16 Matematika Di Dunia

Fahmi bertanya kepada Anies dan menyetujui penggunaan stiker belakang untuk taksi tugas online.

“Seperti di Asian Games, itu bisa (kebijakan), kami meminta Pak Anies untuk memperhatikannya,” pungkasnya.

Di masa lalu, Anies akan mempertimbangkan taksi online tanpa aturan yang unik. Anies mengatakan wacana itu dibahas dengan penyedia layanan transportasi online dan Kepala Departemen Perhubungan Jakarta pekan lalu.

“Jumat lalu saya bertemu dengan manajer Grab. Saya bertemu Grab dengan Kepala Departemen. Dan sekarang, Departemen Transportasi dan manajer Grab berbicara tentang penandaan,” kata Anies kepada IRTI Monas , Jakarta, Senin (12/8).

Rencananya, DKI akan memberikan sinyal agar taksi online akan dirilis meski unik. Sebuah tanda khusus diberikan karena pelat taksi online masih hitam, seperti pada mobil pribadi pada umumnya.

“Jadi kendaraan yang berfungsi sebagai transportasi, akan mendapat sinyal. Jadi kemarin salah satu pengecualian adalah mobil dengan nomor plat kuning,” jelas Anies.

Sumber Artikel : https://www.jualanbarang.com/blog/lainnya/angkutan-online-mengancam-akan-geruduk-kantor-anies-apabila-tetap-kena-ganjil-genap/

Belum ada peringkat.

Berikan rating untuk post ini ?